Jakarta, 6 Juni 2026 – The 4th International Conference on Pesantren (ICOP) and Call for Paper 2026 sukses diselenggarakan di GOR Darunnajah, Jakarta, pada Sabtu (6/6/2026). Mengusung tema “The Impact Mission: Unleashing the Power of Endowment & Waqf Funds for Islamic Education, Business, and Science & Technology”, konferensi internasional ini menjadi forum strategis bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk mendiskusikan penguatan peran wakaf dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam, bisnis, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar internasional sebagai pembicara utama, di antaranya Dr. Nuruddin Anis dari Sharjah University, Uni Emirat Arab, Prof. Dr. S. Salahudin Suyurno dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, serta Prof. Dr. Aliyu Dahiru Muhammad dari Nigeria. Kehadiran para pakar tersebut memberikan perspektif global mengenai pengelolaan dan pengembangan wakaf sebagai instrumen pembangunan umat yang berkelanjutan.
Selain akademisi dan peneliti dari berbagai negara, konferensi ini juga dihadiri oleh pimpinan pesantren dan perguruan tinggi keislaman terkemuka dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Pondok Pesantren Lirboyo, Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Pondok Pesantren Buntet, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, serta Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Melalui sesi Call for Paper, ICOP 2026 membuka delapan subtema yang komprehensif dan relevan dengan perkembangan pengelolaan wakaf global. Subtema tersebut mencakup tata kelola wakaf, transformasi digital keuangan wakaf, pengukuran dampak sosial-ekonomi wakaf, investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), inovasi pendanaan pendidikan Islam, pengembangan bisnis berbasis wakaf, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan wakaf, hingga harmonisasi regulasi wakaf lintas negara.
Dalam forum ilmiah tersebut, Fakultas Bisnis turut berpartisipasi melalui dua mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, yaitu Annisa Azzahra dan Nada Risma Tazkia. Keduanya mempresentasikan artikel ilmiah berjudul “Institutional Logics of Digital Waqf for Islamic Education: Comparing Indonesia, Malaysia, and Türkiye” pada sesi presentasi yang berlangsung di Aula Ibnu Rusyd.
Penelitian tersebut mengkaji perbandingan logika kelembagaan yang membentuk praktik wakaf digital untuk pendidikan Islam di Indonesia, Malaysia, dan Türkiye. Melalui analisis komparatif, penelitian ini memberikan gambaran mengenai bagaimana faktor regulasi, kapasitas kelembagaan, kepercayaan publik, serta logika dominan memengaruhi perkembangan dan keberhasilan implementasi wakaf digital di masing-masing negara.
Presentasi yang disampaikan oleh Annisa Azzahra dan Nada Risma Tazkia mendapatkan apresiasi positif dari para peserta dan dewan penilai. Pada sesi penutupan konferensi, panitia mengumumkan bahwa keduanya berhasil meraih penghargaan “Third Best Presenter” atas kualitas penelitian, substansi materi, serta kemampuan presentasi yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Bisnis sekaligus menunjukkan kontribusi aktif mahasiswa dalam pengembangan kajian wakaf digital di tingkat internasional. Keikutsertaan dan pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang inovatif serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat melalui penelitian yang berdampak.
Melalui penyelenggaraan The 4th International Conference on Pesantren (ICOP) and Call for Paper 2026, Darunnajah kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan pemikiran Islam, pendidikan pesantren, dan inovasi wakaf yang mampu menjawab tantangan global di era transformasi digital.




